Rabu, 06 Februari 2013

Bentuk lain Cinta-Nya

Dearest Tuhan....

Saat ini entah kenapa begitu ingin ku mengucap syukur atas apa yang telah Kau 'garis' kan dalam hidup ku. bukan hanya untuk sebuah kesenangan saja, tetapi juga sebuah cobaan, ujian dan masalah yang seakan tiada pernah berhenti datang dengan silih berganti mewarnai hari-hari ku.
Tak kupingkiri itu semua sangat berat terasa, tetap mencoba tersenyum sepahit apapun yang dirasa. Tapi entah kenapa dan bagaimana??? aku pun sendiri heran dengan kekuatan yang hadir dalam diri ini, kekuatan yang aku yakin itu bukan milik ku...tapi hanya bisa dimiliki oleh sang Maha Kuat...
Kekuatan  yang sedikit kau bagi untuk ku, untuk terus bisa bertahan dan mengatasi semua cobaan dengan hanya dasar sebuah keyakinan, bahwa
"tiada ujian Mu melampaui batas kemampuan seorang hamba-Mu".

ya..aku yakin itu Tuhan,,,,sangat yakin!!!
mungkin hal itu yang membuat ku bisa terus bertahan sampai dengan saat ini, 
bertahan untuk tidak mengeluh seberat apa pun cobaan itu... 
bertahan untuk tetap tegar sebanyak alasan apa pun untuk bisa tersungkur...
bertahan untuk tetap terus berjalan walau harus dengan tertatih...
bertahan untuk tetap bersyukur dan berfikir bahwa semua ujian ini adalah bentuk lain dari 'Cinta-Mu' untuk ku dan orang-orang yang ku kasihi...

Terimakasih untuk semua kasih dan cinta Mu yang tak terbatas dan tak meminta balas...


Bawah Langit, 07022013



Minggu, 30 Desember 2012

Para Guru...

"Jika kehidupan diibaratkan sebagai madrasah yang besar,
maka orang-orang yang ditemui di dalamnya...
adalah para guru dalam kehidupan itu sendiri"


Duren Sawit, 31122012
#menjelang pergantian tahun#

Jumat, 02 Desember 2011

Karena saat ini adalah kondisi terbaik...

Segala puji hanya untuk -Nya, Allah sang pemilik alam...
Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang...
yang sampai dengan saat ini Dia selalu memberikan nikmat karunia yang tak terhingga. Nikmat yang apabila di tulis satu persatu, pastilah tidak akan cukup berlembar-berlembar kertas untuk menulisnya karena 'saking' banyaknya nikmat yang telah Dia berikan untuk diri ini.
Masih diberikan kesempatan hidup, bisa menghirup oksigen 'gratis' tanpa ada tarif, anggota tubuh yang lengkap (walau terkadang tidak sesuai keinginan), panca indera yang berfungsi normal, punya keluarga 'harmonis', punya tempat berteduh saat hujan dan panas, masih ada beberapa pakaian untuk berganti, masih bisa makan setiap harinya, memiliki kesempatan sekolah/kuliah/mencari ilmu, kerja di tempat 'yang enak', sudah memiliki penghasilan (walau kurang sesuai), dikelilingi oleh orang-orang baik di sekitar, dan lain sebagainya...
*yang tidak akan cukup jika disebutkan semuanya*  

Apakah 'kenikmatan' yang diberikan oleh-Nya hanya berupa kesenangan? bagaimana dengan 'ujian' yang terkadang tiada hentinya datang mewarnai hari-hari yang dilalui. apakah itu juga harus disyukuri?

Setiap diri diberikan kenikmatannya masing-masing, termasuk ujian yang dikirimkan oleh-Nya. Ujian yang menandakan bahwa Dia masih ingat dengan diri ini, ujian yang bisa menaikkan tingkat keimanan, ujian yang merupakan bukti cinta kasih sayang -Nya untuk setiap diri. Dan itu semua harus disyukuri....
Ringan atau beratnya ujian tsb. InsyaAllah ada sebuah 'tujuan' baik yang akan Allah berikan untuk setiap diri. Karena saat ini, adalah kondisi terbaik yang Allah takdirkan untuk diri ini!

 Masih kah diri ini mengingkari nikmat-nikmat yang sudah diberikan?
Masihkah diri ini tidak terima dengan 'ujian' yang ada?
Masih kah diri ini mengeluh dengan 'ketidaknyamanan' yang dirasakan?
Sudah kah diri ini bersyukur atas nikmat-nikmat itu?

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 
'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada-mu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'" (Q.S. Ibrahim: 7)

Subhanallah, betapa baiknya Allah....menambah nikmat hanya apabila diri ini 'bersyukur'. Ya..bersyukur atas semua kenikmatan dan ujian yang diberikan kepada diri ini, minimal 'tidak mengeluh'.
Dan betapa murkanya Allah sehingga akan memberi azab apabila diri ini 'kufur' (ingkar) atas nikmat yang telah diberikan. Naudzubillah....

 'Wahai diri...sedang berada dalam kondisi Syukur atau Kufur kah kau saat ini?'


"Ya Rabb, jadikan diri kami adalah pribadi-pribadi yang pandai beryukur... bantu kami untuk jadi pribadi yang tidak pandai mengeluh... bantu kami untuk bisa mengambil hikmah apapun...
Dan bantu kami untuk meyakinkan diri kami, bahwa yang Kau takdirkan itu adalah yang terbaik bagi kami."
Aamiin Ya Rabb




031211

homesweethome