Rabu, 14 Oktober 2015

Hujan Bulan Juni


tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu


*Sapardi Djoko Damono*


Juni, selalu penuh kesan di setiap tahunnya...
mungkin tidak untuk semua orang, hanya beberapa dari mereka yang bisa memahami 'pesona' yang diberikan di bulan keenam itu.

belajar lebih tabah,
belajar lebih bijak,
belajar lebih arif,
belajar... belajar... (dan akan selalu) belajar...




Pecinta Juni,
1 Muharram 1437 H
Tanjungbalai




Kepompong Jingga

Terlalu singkat waktu kita bersama...


Bilangan hari, minggu, bulan bahkan tahun tak cukup rasanya untuk saling berbagi cerita, tawa, canda, atau bahkan air mata.

Tak selalu sepaham dalam pendapat dan tindakan, bahkan diskusi hingga debat hebat pun menjadi pewarna hari-hari yg telah terlewati. Entah mengapa, justru semua hal itu yg membuat ikatan ini terasa semakin kuat, mungkin karena dilakukan dengan tulus atas dasar rasa kasih dan sayang. Serta perhatian antar sesama yg merasa 'senasib sepenanggungan'.

Selamat jalan kawan...lakukan yg terbaik dimanapun dirimu berada.
Karena hidup adalah sebuah perjalanan yg akhirnya belum bisa dipastikan.
Jadi, tetaplah berkarya dgn ilmu dan keahlian yg dimiliki, tetaplah menebar kebaikan untuk sesama dengan dasar ketulusan, tetaplah berjuang sekeras apapun tantangan dihadapan.

Terimakasih untuk semua kehangatan, keramahan dan pelukan yang membuat hari-hari terasa lebih ringan untuk dijalankan. Syukur tiada henti untuk sebuah pertemuan dan perkenalan yg Dia takdirkan.

Sampai jumpa kawan ku, semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan.






With love...
 
Jakarta, 28082015