Senin, 19 Agustus 2013

Dunia Ku


Sore ini, kembali 'PELAJARAN' tentang hidup aku dapatkan...

Pelajaran tentang sebuah ke'profesional'isme an dalam dunia kerja
Dunia kerja yang ternyata sebagian besar waktu ku terambil disana...
Dunia kerja yang memberikan cukup banyak teman, sahabat, saudara, bahkan musuh...
Dunia kerja yang pastinya menambah pengalaman, ilmu, ketrampilan, dan kapasitas ku...
Dunia kerja yang bisa ku jadikan salah satu lahan untuk mendulang pahala, tapi juga tidak menutup kemungkinan dosa pun ku dapatkan disini...
Dunia kerja tempat aku untuk mencari rejeki yang halal yang seharusnya didapatkan...
Dunia kerja yang bukan sebatas ruang, tempat, meja dan kursi...
Dunia kerja yang akan mengisi cerita sejarah hidup ku di masa nanti...

Ya, itu lah dunia kerja... dunia yang aku pilih sebagai tempat untuk membentuk jiwa, karakter, sikap dan kepemimpinan ku yang akan dirasakan dimasa datang.

Kepemimpinan yang bisa terbentuk dengan banyaknya pengalaman yang sudah didapat, bukan hanya sekedar teori dalam sebuah atau beberapa pelatihan yang di ikuti; setidaknya itu kata teman ku :)


Itulah pelajaran itu kawans... pelajaran yang pastinya sudah digariskan akan aku dapatkan di sini, di kehidupan ini. pelajaran yang harusnya banyak hikmah akan aku dapatkan, pelajaran yang pastinya membuat jiwa ku kaya akan pengalaman.

Oh Tuhan...berikan kemampuan akal dan hati bagi hamba Mu ini, untuk bisa memahami dan mengambil hikmah dalam semua pelajaran hidup ini. Dan bisa menjadi Insan Mu yang lebih baik lagi. Aamiin

Dan 'pelajaran' itu akan tetap terus berlanjut kawans, selama nafas masih dihirup.....


Syawal 1434 H
190813
@tempatkerja



Selasa, 06 Agustus 2013

"Jodoh: Dipilih atau Memilih?"

"Jodoh: Dipilih atau Memilih?"
Bersama Salim A.Fillah di Masjid UI, Rabu 17/7/2013

~Sebuah Ringkasan dari Seorang Teman~

Pertama
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya. Tahu dari mana?
Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al-Qur'an, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami; dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Fir'aun.
Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka di sisi Allah? NO!!!
Itulah mengapa bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak. Melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah, Rabbnya...

Kedua
Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.

Ketiga
jodoh itu sudah tertulis, tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa... Dan tentu saja, beda keberkahanNya.

Keempat
Dalam hal rejeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rejeki itu dimana, itu terserah Allah.
Begitu pun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah...

Kelima
Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa "yang baik untuk yang baik". Maka mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.

Keenam
Dalam urusan jodoh, ta'aruf  adalah proses seumur hidup. Rumus terpenting: jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.

Ketujuh
Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak, yakni: Allah, ibunya, teman sebayanya, dan anak-anak.

Kedelapan
Seperti apa bentuk ikhtiar wanita?
  1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan.
  2. Meminta bantuan perantara, misal: guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini adalah pihak yang objektif.
  3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat. Bisa dilakukan dengan menemuinya langsung atau melalui surat dengan tulisan tangan. Konsekuensi satu: Ditolak! Tapi itu lebih baik daripada digantung.


Kesembilan
Bagaimana jika ada pria yang datang pada wanita menyatakan rasa suka, tapi meminta ditunggu dua atau tiga tahun lagi? Perlukah menunggu?
Sabar itu memang tidak ada batasnya. Tapi ada banyak pilihan sabar, silahkan dipilih... Mau sabar menunggu atau sabar dalam merelakannya. Satu hal yang pasti, tidak ada jaminan dua-tiga tahun lagi dia masih hidup. Pun tidak ada jaminan kita bisa menuntut jika dia melanggar janjinya, kecuali dia mau menuliskan janjinya dengan tinta hitam diatas kertas putih bermaterai.

Kesepuluh
Bagaimana jika ada pria yang jauh dari gambaran ideal seorang pangeran tapi shalih, datang melamar? Bolehkah ditolak?
Tanyakan pada hatimu: Mana diantara semua faktor itu yang paling mungkin membawamu dan keluargamu kelak ke surga-Nya???


Sekian, semoga bermanfaat... ^_^

Wallahu'alam Bishawab

Aku adalah.....

Aku adalah...
Insan Tuhan yang telah diciptakan dengan sebaik-baiknya penciptaan,
     yang dianugerahi dengan sifat dan potensi yang berlimpah,
     yang diberikan pilihan untuk bertakwa atau melakukan maksiat,
     yang diberikan banyak kesempatan untuk mengembangkan diri walau penuh dengan keterbatasan

Aku adalah...
Insan Tuhan yang selalu ingin belajar,
     Si Pencari hikmah atas setiap peristiwa,
     Si Pensyukur yang selalu berpikir...bahwa tanpa alasan setiap sesuatu itu diciptakan

Aku adalah...
Insan Tuhan yang tidak bisa hidup sendiri,
     menjalin hubungan dan kerjasama dengan sesama adalah yang paling ku suka,
     bercengkrama dan bercanda sekedar melepas penat itu yang menjadi charger dalam keseharianku,
     berbagi dan memberikan manfaat, untukku itulah sebaik-baiknya insan.


Semarang,
18 Mei 2013