Selasa, 09 April 2013

Puisi Impian

Uzie (U) : Bunda...Bunda... Aku buat puisi, ada 4. Coba deh Bunda pilih mau yang mana?
Aku (A) : oh ya, dalam rangka apa Zi? tumben buat puisi...(sambil tersenyum dan memilih salah
                satu  dari 4 amplop puisi yang ada)
Uzie (U) : ya ngga, aku memang mau buat aja buat belajar koq. (dengan logat medok Surabayanya 
                yang khas).
                Baca dong Bund...tentang apa dapetnya?
Aku (A) :  wah, tentang 'impian' nih aku dapatnya...(langsung ku baca dan tersenyum penuh makna)
                 Makasih ya Uzie puisinya.
Uzie (U): iya bunda sama-sama...



Sepenggal percakapan di atas yg ku alami bersama salah satu murid (privat) ku kemarin malam, percakapan biasa memang....tapi mungkin tidak untuk ku (saat ini).
Hal yang jarang dilakukan oleh Uzie memang membuat puisi dan diberikan kepada ku, tapi aku mencoba memaknai ini dengan sesuatu yg lebih 'dalam', hhee

Ya...tentang sebuah 'pengingatan' dari Tuhan untuk setiap hamba-Nya, yang bisa datang kapan saja, dimana saja, lewat siapa saja dan dalam bentuk apa saja :)
Saat Tuhan merasa perlu untuk mengingatkan mu atas suatu hal, semua bisa dengan mudah dilakukan-Nya setiap saat. Saat Tuhan masih 'sayang' dengan mu, pengingatan itu akan mudah kita rasakan.
Baik di sekitar kita melalui peristiwa yg ada maupun melalui permasalahan orang lain di sekitar kita.
Hanya saja tinggal bagaimana diri ini peka untuk menangkap 'hikmah' yg ada.

Jadi teringat beberapa tahun lalu, di pagi hari sewaktu berangkat ke tempat mengajar dulu, di dalam bis kota saat suasana masih sangat nyaman untuk tidur. Ada beberapa orang pengamen jalanan yang menyanyikan sebuah lagu religi, dan lirik lagu itu Subhanallah...seperti jawaban atas semua permasalahan yang sedang ku hadapi saat itu.
Pun ketika ada teman-teman yang sharing terkait masalahnya, dan aku diminta untuk memberikan masukan atas masalah tersebut dan kalimat-kalimat solusi itu lancar mengalir dari lisan ini. ya...bukankah memang mudah ya untuk memberikan saran yg kita sendiri tidak mengalaminya :) tak lama setelah itu, ternyata Tuhan menghadapkan diri ini dengan masalah yang serupa dengan teman tadi.


Puisi tentang 'impian' itu kembali membuat aku mengingat kembali tentang impian, mimpi, cita-cita yang selama ini pernah ada dalam rencana hidup ku. Sekarang, mungkin hal itu mulai sedikit terlupakan akibat rutinitas yang aku kerjakan.

Terimakasih  Uzie...
Terimakasih Allah, pengingatan Mu sangat indah



durensawit
20032013