Segala puji hanya untuk -Nya, Allah sang pemilik alam...
Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang...
yang sampai dengan saat ini Dia selalu memberikan nikmat karunia yang tak terhingga. Nikmat yang apabila di tulis satu persatu, pastilah tidak akan cukup berlembar-berlembar kertas untuk menulisnya karena 'saking' banyaknya nikmat yang telah Dia berikan untuk diri ini.
Masih diberikan kesempatan hidup, bisa menghirup oksigen 'gratis' tanpa ada tarif, anggota tubuh yang lengkap (walau terkadang tidak sesuai keinginan), panca indera yang berfungsi normal, punya keluarga 'harmonis', punya tempat berteduh saat hujan dan panas, masih ada beberapa pakaian untuk berganti, masih bisa makan setiap harinya, memiliki kesempatan sekolah/kuliah/mencari ilmu, kerja di tempat 'yang enak', sudah memiliki penghasilan (walau kurang sesuai), dikelilingi oleh orang-orang baik di sekitar, dan lain sebagainya...*yang tidak akan cukup jika disebutkan semuanya*
Apakah 'kenikmatan' yang diberikan oleh-Nya hanya berupa kesenangan? bagaimana dengan 'ujian' yang terkadang tiada hentinya datang mewarnai hari-hari yang dilalui. apakah itu juga harus disyukuri?
Setiap diri diberikan kenikmatannya masing-masing, termasuk ujian yang dikirimkan oleh-Nya. Ujian yang menandakan bahwa Dia masih ingat dengan diri ini, ujian yang bisa menaikkan tingkat keimanan, ujian yang merupakan bukti cinta kasih sayang -Nya untuk setiap diri. Dan itu semua harus disyukuri....
Ringan atau beratnya ujian tsb. InsyaAllah ada sebuah 'tujuan' baik yang akan Allah berikan untuk setiap diri. Karena saat ini, adalah kondisi terbaik yang Allah takdirkan untuk diri ini!
Masih kah diri ini mengingkari nikmat-nikmat yang sudah diberikan?
Masihkah diri ini tidak terima dengan 'ujian' yang ada?
Masih kah diri ini mengeluh dengan 'ketidaknyamanan' yang dirasakan?
Sudah kah diri ini bersyukur atas nikmat-nikmat itu?
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan,
'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada-mu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'" (Q.S. Ibrahim: 7)
Subhanallah, betapa baiknya Allah....menambah nikmat hanya apabila diri ini 'bersyukur'. Ya..bersyukur atas semua kenikmatan dan ujian yang diberikan kepada diri ini, minimal 'tidak mengeluh'.
Dan betapa murkanya Allah sehingga akan memberi azab apabila diri ini 'kufur' (ingkar) atas nikmat yang telah diberikan. Naudzubillah....
'Wahai diri...sedang berada dalam kondisi Syukur atau Kufur kah kau saat ini?'
"Ya Rabb, jadikan diri kami adalah pribadi-pribadi yang pandai beryukur... bantu kami untuk jadi pribadi yang tidak pandai mengeluh... bantu kami untuk bisa mengambil hikmah apapun...
Dan bantu kami untuk meyakinkan diri kami, bahwa yang Kau takdirkan itu adalah yang terbaik bagi kami."
Aamiin Ya Rabb
031211
homesweethome